Temukan Rahasia Bagaimana Pebisnis Online Bisa Sukses Jualan hanya dengan bermodal facebook & whatsapp!

Master Seller

Temukan Rahasia Bagaimana Pebisnis Online Bisa Sukses Jualan hanya dengan bermodal facebook & whatsapp!

Master Seller,

Apa Yang Akan Anda Pelajari?

Kita akan belajar tentang Facebook Marketing, WhatsApp Marketing, Personal Branding, Covert Selling, dan Copywriting. Ini ilmu wajib yang harus Anda pahami dalam bisnis online

3 MODAL UTAMA JUALAN ONLINE

Berikut penjelasan 3 modal utama yang menjadi masalah umum para penjual online, terutama bagi yang baru merintis atau memulai. Klik setiap urutan untuk membaca materi:

1. Modal Pede Jualan
Kunci orang sukses jualan online adalah karena punya modal Percaya Diri. Percaya diri ketika posting jualan, percaya diri ketika membangun pertemanan dengan banyak orang, dan percaya diri dengan kemampuan atau skill jualannya.
Percaya diri beda dengan gak punya malu loh ya… Kalau percaya diri, jualannya dengan cara elegan dan kreatif, disertai ilmu-ilmu internet marketing yang akan kita pelajari di halaman ini.
Kalau gak punya malu, jualannya malah ngawur, spam sana-sini, ngetag sana-sini. Bukan malah dicintai pelanggan, tapi malah diblokir…
Sebenarnya apa saja sih yang bikin kurang pede ketika jualan?
1) Belum ada pengalaman
2) Minder
3) Takut ditolak
4) Kurang ngerti cara jualan yang pas
5) Kurang ngerti produk / jasa yang dijual sendiri
Untuk point 1-3, udah hilangin saja dulu sifat-sifat itu. Semua mastah-mastah jago jualan bisnis online, juga selalu ada fase “pertama kali jualan” kok..
Gak ada ceritanya bisa dapat ratusan closing atau omzet puluhan juta ketika pertama jualan. Semuanya harus berproses, harus belajar, dan harus tekun. Oke? Untuk point 4 dan 5, akan dibahas berikutnya…
2. Modal Wawasan di Bidang Produk
Kalau Anda jualan produk herbal, maka perbanyaklah wawasan Anda di bidang kesehatan.
Kalau Anda jualan produk anak, perbanyaklah wawasan Anda di bidang parenting.
Kalau Anda jualan asuransi, perbanyaklah wawasan Anda di bidang kesehatan dan investasi.
Kalau Anda jualan hijab, perbanyak wawasan di bidang fashion dan jangan sampai ketinggalan tren..
Banyak sekali seller diluar sana yang kurang wawasan produknya sendiri. Kalau kurang wawasan, akibatnya adalah:
1) Gak bisa dimintai konsultasi calon konsumen
2) Gak bisa menjelaskan info produk dengan detail
3) Gak bisa membangun personal branding
4) Akhirnya kerjanya cuma upload-upload saja atau spam-spam saja. Sambil “berharap” ada yang kecantol 😄
Bagaimana caranya memperbanyak wawasan? Googling.
Mulai saat ini, Anda harus meniatkan diri: Sehari minimal satu ilmu baru sesuai bidang jualan Anda…
Mau ya?
3. Modal Ilmu Internet Marketing
Namanya juga jualan online, ilmunya beda dengan jualan offline. Maka dari itulah lahir yang namanya ilmu internet marketing.
Diluar sana, Anda sudah pasti banyak sekali menemukan panduan-panduan internet marketing mulai dari buku, ebook, kursus online, seminar, webinar, dsb. Mulai dari yang gratis, sampai yang harganya puluhan juta juga ada.
Beruntung ya disini Anda akan mendapatkan 5 materi fundamental (FB Marketing, WA Marketing, Personal Branding, Covert Selling, Copywriting) benar-benar 100% Gratis…

Optimasi Facebook untuk Jualan Online

Facebook adalah alat untuk promosi online yang paling umum digunakan. Selain karena jumlah penggunanya yang besar, Facebook juga merupakan sosial media yang paling canggih. Tampilan-tampilan di Facebook yang memiliki tingkat interaksi tinggi memudahkan kita untuk promosi, jualan, dan membangun image atau branding. Pertanyaannya adalah: Sudahkah kita menggunakan facebook sebagai mesin marketing dengan benar? Kalau belum, yuk mulai sekarang kita optimalkan Facebook Pribadi kita sebagai mesin bisnis yang powerfull.

1. Membangun Personal Branding dengan Facebook
Apa sih personal branding itu? Personal branding adalah usaha Anda untuk membangun image Anda. 
Ingat ya, kunci sukses keberhasilan Anda dalam berbisnis online adalah: kesuksesan Anda membangun personal branding. 
Jangan sampai Anda memiliki image buruk hanya karena sering tebar berita hoax, bikin status kebencian, ikut-ikutan arus politik, atau isinya curhatan galau karena masih jomblo yang gak jelas ujungnya 😄
Lalu bagaimana caranya membangun personal branding itu sendiri? Cara yang paling sederhana adalah: banyak-banyak sharing tentang bidang jualan Anda.
Itulah mengapa di materi 1 , Anda harus kaya wawasan bidang produk Anda. Karena jika Anda tidak kaya wawasan, maka Anda kesulitan membangun personal branding. Dan jika personal brandingnya tidak terbentuk, ya pantas saja jualan gak laku-laku.
Tugas Anda mulai sekarang adalah: Bangunlah personal branding di FB Anda masing-masing. Usahakan, dalam sehari Anda 3x sharing, promo produknya 1x saja. Atau kalau masih belajar, sehari 1x sharing tidak apa-apa.

2. Mencari Prospek yang Tertarget
Siapa yang rajin jualan, terus merasa kehabisan prospek?
Mau tau caranya supaya gak pernah kehabisan prospek? Mau tau caranya bisa punya sampai 5000 orang prospek? Udah gitu, prospeknya tertarget semua (tertarget artinya prospek tersebut benar-benar berminat dengan produk Anda).
Caranya ya gunakan Facebook.
Contoh: Anda jualan produk digital, maka Anda harus blusukan ke grup-grup edukasi bisnis produk digital. Lalu add-friend semua membernya.
Kenapa begitu? Karena orang-orang yang joint grup edukasi produk digital adalah sudah pasti orang-orang yang berminat dengan pengetahuan tentang bisnis tersebut, 
Lakukan langkah ini secara konsisten. Sehari 20-30 add friend saja supaya tidak dibanned facebook.
Lakukan hal ini sampai Anda kelak memiliki 5000 friends! Artinya, Anda memiliki 5000 prospek. Wow!
Kurang? Ya bikin akun FB baru lagi saja hehehe..
3. Jalin Interaksi Agar Ada Transaksi
Kalau sudah punya prospek atau friend tertarget yang banyak, jangan didiemin. Bangunlah interaksi didalamnya.
Interaksi di FB gampang kan? Hanya like, komen, atau share.
Dalam hal ini, hilangkan rasa malu jauh-jauh. Gak ada yang salah dengan yang namanya menjalin pertemanan untuk bisnis hehehe.
Mengapa harus interaksi? Mengapa harus berteman? Karena akan sangat jauh lebih mudah bagi Anda untuk closing jika si prospek sudah kenal Anda.
Maka dari itulah, prinsip Tak Ada Interaksi Maka Tak Ada Transaksi ini selalu berlaku.

Optimasi Akun Facebook Personal untuk Jualan

Jualan di Facebook sebenarnya lebih ampuh jika menggunakan Facebook Personal, daripada Group atau Fanpages. Kenapa? Karena Facebook Personal tingkat engagement-nya jauh lebih tinggi daripada group maupun fanpages. Udah gitu, halaman profil kita memang didesain untuk menunjang jualan kita dan membangun branding loh. Mulai sekarang, yuk manfaatkan Facebook Personal kita sebagai etalase toko online kita…

Siap? Berikut langkah-langkahnya:

1) Buat Akun FB Khusus untuk Jualan
Bagi yang sudah punya akun FB dan isinya tentang hal-hal pribadi, mending bikin akun FB baru saja untuk jualan.
Kenapa? Karena:
1) Karena kita punya hajat membangun personal branding yang baru
2) Karena kita mau maksimalkan punya 5000 friends yang isinya prospek semua
Jika Anda mecampuradukkan FB pribadi dengan jualan, maka 2 hal diatas akan sulit sekali Anda capai.
Contoh .. Saya punya akun FB pribadi, isinya 1000 friends mulai dari SMP sampai kuliah, dan saudara kandung sampai saudara jauh.
Kalau saya jualan dengan akun FB ini, susah larisnya.
Kenapa? Karena 1000 friends saya ini interestnya atau minatnya gado-gado. Gak semuanya mau bisnis, kalau kerja pun maunya kerja kantoran.
Beda halnya jika saya jualan di akun FB yang memang saya khususkan untuk jualan.  karena semua teman di akun ini minatnya bisnis semua.
Coba bayangkan jika jumlah friend nanti bisa sampai 5000. Hasilnya bisa Wow. Insya Allah….
Jadi, kalau FB Anda sudah terlanjur tercampur dengan hal-hal yang pribadi, segera bikin akun FB baru khusus jualan ya…
2) Pasang Foto yang Meyakinkan
Pasanglah foto profil yang representatif, artinya benar-benar mendukung personal branding Anda dan jualan Anda.
Contoh: Anda adalah agen asuransi. Pasanglah foto yang ganteng, pakai jas, pakai dasi, rambut klimis. Karena penampilan seperti inilah yang menggambarkan agen asuransi.
Contoh lagi Anda jualan kosmetik. Pasanglah foto ketika Anda lagi cantik setelah menggunakan makeup yang Anda jual.  Sekarang gantilah foto profil Anda yang alay-alay itu dan ganti dengan foto yang profesional dan representatif.
3) Manfaatkan Foto Cover untuk Promosi
Foto cover itu fitur dari Facebook yang canggih untuk promosi, tapi simpel. Pasang foto cover dengan desain yang bagus, resolusi yang tinggi, dan ukurannya pas tidak pecah gambarnya. Gunakan foto cover ini untuk mendeskripsikan bisnis Anda melalui desain yang menarik.
4) Gunakan Intro yang Mengundang
Intro itu ada dibawahnya foto profil Anda. Anda bisa menulis 101 karakter untuk memberikan deskripsi singkat tentang Anda. Sebagai pebisnis online, manfaatkan fitur intro ini untuk mengundang orang lain untuk datang ke website Anda, atau menyuruh orang lain untuk melihat katog produk di album Anda, dan sebagainya.
5) Lengkapi Profil Anda dengan Profesional
Saya masih banyak sekali melihat orang-orang yang mengisi kelengkapan profil dengan alay.
Contoh profil alay:
– Bekerja di PT Maju Mundur
– Pemilik CV Rindu Order
– Tinggal di Las Vegas (padahal tinggalnya dimana coba) 😂
Mulai sekarang yuk gunakan Profil ini dengan profesional.
Anda bisa menghubungkan profil ini dengan pages yang berhubungan dengan bisnis Anda.
Contoh:
– Reseller di Tupperware
– Leader di Oriflame
– dan sebagainya.
Lengkapi juga Anda tinggal dimana, edukasi Anda apa, siapa suami/istri Anda, supaya akun Anda terlihat otentik dan profesional
6) Manfaatkan Featured Image
Featured image adalah foto yang bisa Anda pajang dibawahnya profil. Featured image ini sifatnya statis, jadi siapapun yang berkunjung ke laman profil Anda, akan bisa melihat featured image Anda.
Facebook memberikan fitur ini sampai 5 buah foto. Sama halnya dengan cover foto, manfaatkan featured ini untuk memberikan deskripsi bisnis Anda melalui desain grafis yang menarik ya.

Itulah 6 hal yang bisa Anda maksimalkan untuk menjadikan Facebook Personal sebagai mesin marketing Anda yang simpel, tapi sangat canggih dan powerful. Sudah paham? Mulai sekarang permak habis tampilan FB Anda dan optimalkan untuk jualan ya. Yuk praktek, perbaiki tampilan toko FB kita..

Itulah 6 hal yang bisa Anda maksimalkan untuk menjadikan Facebook Personal sebagai mesin marketing Anda yang simpel, tapi sangat canggih dan powerful. Sudah paham? Mulai sekarang permak habis tampilan FB Anda dan optimalkan untuk jualan ya. Yuk praktek, perbaiki tampilan toko FB kita..

Rajin Update Status Buat Jadi Duit

Sekarang, kita bahas jenis-jenis status yang bisa Anda gunakan untuk kegiatan Facebook Marketing ..

1) Status Edukasi
Anda sharing-sharing saja artikel yang berhubungan dengan produk Anda. Usahakan yang Anda sharing juga menangkap isu kekinian dalam masyarakat.
Contoh: Anda jualan produk herbal. Anda bisa membahas tentang label halal suatu obat. Karena sekarang lagi ramai isu ada obat Vio** DS yang ditarik BPOM karena mengandung DNA babi.
Nahhh Anda bisa kembangkan hal ini dalam status edukatif Anda. Ditambah bumbu bahwa apa yang Anda bahas sedang ramai diperbincangkan, maka status Anda bisa menjadi viral.
2) Status Pendek-Pendek yang Mengundang Interaksi
Sekarang di Facebook ada fitur membuat status pendek dengan background kan? Nahhh manfaatkan fitur ini karena memang powerful untuk memancing interaksi.
Status pendek ini bisa Anda tulis dengan hiburan, fakta unik, atau quote Anda sendiri. Tentunya masih sejalan dengan bisnis yang Anda jalankan loh ya..
3) Quote Inspirasi
Status berupa kuote-kuote yang inspiratif juga bisa memancing interaksi banyak orang.. Setelah kuote beri sedikit caption untuk lebih mengambarkan kuote tersebut.
4) Kisah Nyata Inspiratif
Siapa yang tidak suka kisah-kisah nyata yang inspiratif ? Konten seperti inilah yang paling banyak memberi potensi viral…
5) Storytelling Pengalaman Menggunakan Produk
Emak-emak yang jago jualan di facebook, selalu suka bikin storytelling menceritakan pengalamannya sendiri atau orang lain ketika menggunakan produk yang dijualnya.
Tentu saja, storytelling jenis ini sukses membuat orang lain kepo dan ingin membeli.
Contoh storytelling:
Saya gak nyangka, ternyata anak bayi saya jadi perhatian tersendiri pada acara ultah temennya. Mungkin gara-gara pakai Dress Cinderella ini ya.
Padahal harganya murah, gak semahal baju-baju di Factory Outlet Baby. Tapi yang penting kan kainnya aman buat baby dan modelnya unyu.
[Lalu pajang foto baby-nya dengan Dress Cinderella tersebut]
Kalau Anda punya baby dan membaca postingan ini, lalu melihat foto si baby cinderella yang beneran unyu, apa yang akan Anda pikirkan?
Yup, penasaran, kepo, langsung deh tanya, “beli dimana Mak? Harganya berapa Mak?” 😂
6) Soft selling
Sesuai artinya, soft selling itu maksudnya adalah promosi tetapi dengan cara halus. Cara paling mudah dan powerful adalah: bagian pertama isinya sharing dahulu, lalu bagian berikutnya memperkenalkan produk.
7) Hard Selling
Hard selling adalah kebalikan dari soft selling. Kalau hard selling ya langsung saja informasikan produk yang Anda jual. Tetapi tetap harus dalam tulisan yang rapi ya.
Kebiasaan buruk seller-seller diluar sana kalau jualan isinya hard selling melulu. Udah hard selling, bahasanya menggelegar, lalu tulisannya banyak simbol-simbol warna-warni. Malah bikin mata merah yang membaca 😂
8) Selalu sertakan gambar atau foto
Ya, ini wajib hukumnya. Selalu sertakan gambar atau foto yang mendukung status Anda. Misal Anda bikin soft selling, ya sertakan juga foto produk yang Anda jual, di foto tersebut juga beri keterangan apakah diskon, apakah potongan harga, apakah promosi terbatas, dan sebagainya.
Begitu pula jika Anda membuat status-status atau kuote milik Anda sendiri. Beri watermark atau penanda di gambar tersebut. Penandanya bisa berupa nama Anda atau website Anda
Itulah jenis-jenis status yang bisa Anda bangun untuk membangun interaksi dan membangun personal branding.
Mulai dipraktekkan ya…

Mencari Prospek di Facebook yang Sesuai Target Market

Inilah kesalahan para seller online yang sering ditemui. Apa itu? Jika saya bertanya kepada mereka, “Siapa target market jualan Anda?”, maka mereka dengan pedenya menjawab, “semua orang”. Jeduarrrr 😄
Tidak semua orang adalah target market Anda kawan-kawan. Jika Anda asal promosi ke semua orang tanpa meriset dulu siapa target market Anda, pantas aja Anda jualan capek tapi gak ada hasil, pantas saja keluar duit promosi pakai FB Ads pun juga masih boncos 😄 
Lalu, bagaimana caranya mencari prospek yang tertarget untuk menjadi friends kita di Facebook? 
Caranya gampang banget. Ada 2 cara yang bisa Anda lakukan:

1) Blusukan ke fanpages yang sama dengan jualan Anda
Contoh.. Kalau Anda jualan hijab, blusukan ke pages-pagesnya hijab yang sudah besar seperti Elzatta, Zoya, dsb. Kalau Anda kosmetik, blusukan ke pages-pages kosmetik atau kecantikan seperti Wardah, dsb. Kalau Anda jualan produk anak, blusukan ke pages-pages seperti Milna ID, Parenting ID, dsb. Carilah postingan pages tersebut yang paling banyak interaksinya (komen, like, dan share). Lihatlah siapa saja yang berinteraksi itu, lalu Anda harus nge-add mereka satu persatu.
2) Blusukan ke grup-grup edukasi
Caranya sama dengan blusukan ke pages-pages diatas.
Bedanya, kita bisa melihat siapa saja anggota grup tersebut. Lalu Anda harus nge-add semua member grup tersebut.
Ingat ya, blusukannya ke grup sharing-sharing atau edukasi, bukan grup jual beli atau grup jualan.
Dalam sehari, kita bisa ngeadd sebanyak 30-40 orang supaya tidak dibanned Facebook.
Lalu bagaimana jika ada yang tidak konfirmasi pertemanan? Makanya banyakin dulu sharing-sharing di status Anda.
Jika Anda nge-add orang yang tidak kenal Anda, maka hal pertama yang dilakukan orang itu adalah “kepo” Anda terlebih dahulu.
Jika orang tadi menemukan bahwa, ” Wah asyik nih Mas Ganang, sering sharing-sharing, aku konfirmasi pertemanan deh”. Nahhh kan jadi kemungkinan besar akan dikonfirmasi pertemanan.
Paham kan?
Lakukan hal ini secara konsisten, setiap hari, sampai ada berhasil mengumpulkan 5000 friends yang aktif, interaktif, dan pastinya sesuai target market kita.
Gampang kan? 😄
Begitu ya. Konsisten ya.
Karena semakin besar jumlah friend tertarget kita, maka semakin besar juga omzet bisnis kita. Aminnn

Makin Berinteraksi, Makin Banyak Transaksi

Bagi kita para pebisnis online apalagi jika jualannya pakai Facebook tetapi tidak tau apa itu algoritma, kali ini kita akan belajar mengenai ALGORITMA
Jadi begini, algoritma adalah sebuah sistem yang diterapkan oleh Facebook untuk menentukan peringkat setiap postingan yang muncul di newsfeed pengguna. 
Cara kerja algoritma ini adalah dengan menilai interaksi antara satu pengguna dengan pengguna lainya. 
Semakin banyak interaksi antar pengguna, maka kemungkinan untuk menampilkan postingan pengguna lain yang memiliki interaksi dengan kita juga akan semakin besar, kadang kita sehari udah posting sampe 10x tetapi sepi like dan comen apalagi share. Mungkin kurang interaksi kita. 
Algoritma memiliki 3 unsur, yaitu: Affinity, Time Decay, dan Weight.

1. Affinity
Affinity adalah penilaian berdasarkan tingkat interaksi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya. Untuk menghitung interaksi pengguna tersebut, Facebook menggunakan beberapa indikator, seperti like, comment, dan share. Para pengguna biasanya akan menekan tombol like bila melihat sebuah postingan yang menarik, atau bahkan meninggalkan sebuah comment dan men-share jika postingan tersebut sangat menarik dan mungkin berguna untuk orang lain. Jadi interaksi pengguna lain dengan kita di masa lalu tentunya akan sangat berpengaruh terhadap penilaian urutan postingan pengguna lain di newsfeed kita.
2. Time Decay
 Time decay adalah penilaian berdasarkan seberapa tua sebuah postingan yang telah dibuat oleh pengguna lain. Semakin tua postingan tersebut, maka semakin kecil kemungkinan postingan tersebut akan muncul di newsfeed kita.
3. Weight
Weight adalah bobot penilaian yang diberikan terhadap sebuah postingan. Semakin banyak postingan mendapatkan like, comment, dan share, maka algoritma akan menilai postingan tersebut sebagai postingan yang berkualitas, sehingga postingan tersebut akan sering muncul di newsfeed pengguna lain.

Kesimpulanya, 
Postingan yang memiliki penilaian tertinggi dari 3 unsur di atas, akan semakin banyak ditampilkan di newsfeed milik pengguna lain. Jadi, jika Anda tidak ingin Facebook jualan Anda “tenggelam dalam kesunyian”, mulai sekarang jangan pelit LIKE, KOMEN, dan SHARE. Mark Zuckeberg memang telah merancang Facebook sedemikian rupa karena pada dasarnya FB memang adalah media untuk berinteraksi. Lagian, siapa yang akan beli produk Anda kalau tidak ada interaksi? Tak kenal maka tak sayang. Yuk sekarang rajin interaksi….

PERSONAL BRANDING

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara membangun Personal Branding dengan mudah. Apa sih Personal Branding itu? Personal branding adalah aktivitas membangun image diri agar dikenal orang lain dengan sesuatu yg unik / berbeda. Dalam bisnis online, Anda harus bisa membangun personal branding yg baik. Jangan sampai orang lain mengenal Anda / membranding Anda sebagai tukang Spam, suka menebar kebencian, dan branding-branding negatif lainnya. Bangunlah brand / image Anda yg baik-baik, sebagai pakar / ahli, sebagai pebisnis yg jujur, agar orang lain menjadi “yakin” dengan Anda dan mau membeli produk Anda. Ya, orang lain mau membeli produk secara online, tanpa harus tatap muka, itu karena mereka Suka dan Trust sama Anda. Jadi, tujuan dari Personal Branding ini memang membuat orang lain Suka dan Trust, sehingga mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk yg kita jual.

Pendahuluan
Bagaimana sih cara membranding diri yg mudah di media yg kita pakai untuk bisnis?
Menurut saya, Branding adalah gabungan aktivitas antara SHARING dan SELLING.
===
✅ Rumus:
Branding = Sharing + Selling
Dengan sharing, orang lain akan tau apa keahlian Anda.
Dengan selling, orang lain akan tau apa yg Anda jual.
Apabila orang lain sudah tau keahlian Anda dan produk yg Anda jual, maka sudah terbentuklah branding Anda
1⃣ Membangun Branding dengan Sharing
Jika Anda memiliki bisnis, misalkan jualan produk digital. Maka postingan Anda juga harus berhubungan seputar informasi produk digital tersebut.
Perbanyak sharing, sampai orang lain menganggap Anda punya keahlian dalam bidang tersebut.
2⃣ Membangun Branding dengan Selling
Sambil memperbanyak sharing-sharing, Anda juga sesekali “selipkan” selling.
Ingat kata “selipkan” ya. Jadi artinya:
– Sellingnya sedikit, lebih banyak sharingnya
– Sharing tetapi sisipkan selling (covert selling)
Orang lain juga perlu mengetahui apa bisnis Anda dan apa produk yg Anda jual.
Sehingga jika ada orang yg mencari sebuah produk, maka Anda adalah orang pertama yg dihubungi orang tsb.
Komposisinya memang lebih banyak sharing. Sellingnya pun gunakan teknik covert selling.
Misal, dalam sehari Anda melakukan 5x posting status di FB.
Maka komposisinya adalah:
✅ 3x isinya murni sharing
✅ 1x covert selling
✅ 1x boleh deh langsung hard selling.
Ketika orang lain sudah menangkap apa keahlian Anda melalui sharing-sharing yg Anda lakukan, maka otomatis selling-selling Anda pun juga akan lebih powerful hasil penjualannya
MEMBANGUN PERSONAL BRANDING MELALUI KELENGKAPAN PROFIL FACEBOOK
Sebelumnya kita sudah belajar bagaimana caranya membangun personal branding melalui apa yang kita sharing dan apa yang kita selling (jual).
Kali ini kita belajar bagaimana cara membangun personal branding melalui kelengkapan tampilan FB Personal kita.
Ya, tampilan FB Personal dengan desain menarik dsn lengkap juga bisa membangun citra diri kita didepan target market.
Apa saja yang bisa kita lakukan untuk membangun personal branding di FB Personal?
Yuk kita bahas
Tampilan Facebook sekarang, memungkinkan kita untuk mengoptimasi 5 hal untuk membangun personal branding.
1⃣ Foto Profil
Jika masih ada yg bertanya, lebih baik pasang foto asli atau foto produk?
Saya lebih memilih memasang foto asli dan nama asli, karena tujuan dari personal branding adalah agar orang lain mengenal kita
2⃣ Foto Cover
Anda bisa memanfaatkan foto cover untuk langsung memperkenalkan bisnis Anda
3⃣ Intro
Tulislah deskripsi singkat tentang diri Anda di bagian ini
4⃣ Profil
Kelengkapan profil juga bisa Anda gunakan untuk membranding diri.
Disini Anda bisa menuliskan lokasi bisnis Anda, memajang riwayat pendidikan Anda, juga memasang domisili kita untuk membuat orang lain yakin.
Gunakan Profil ini dengan profesional
5⃣ Foto Featured
Letaknya berada dibawah Profil, disini sebenarnya Anda bisa memasang 6 foto untuk ditampilkan.
Saya lebih menyukai single image agar orang yg melihat bisa terfokus pada 1 bisnis saya
Dengan mengoptimasi 5 hal tersebut, Anda sudah bisa menjelaskan kepada orang lain apa keahlian Anda, apa profesi Anda, dan bisnis apa yang Anda jalankan.

Konsep Dasar Covert Selling

Sesuai artinya, Covert Selling berarti jualan yang bisa membuat orang lain comfort atau nyaman. 
Sering gak Whatsapp Anda tiba-tiba dapat promosi mendadak, dengan kalimat yang membahana, dengan simbol dan emoticon yang warna-warni? 
Atau jangan-jangan, Anda suka melakukan hardselling seperti diatas? Hayo Ngaku… hehehe. 
Sebagian besar orang tidak nyaman jika dijuali secara langsung. Bukannya malah transksi, tapi malah ngereport Spam. 
Psikologi konsumen adalah: mereka butuh solusi atas masalah mereka, bukan kita yang memaksakan produk ke mereka. Mereka butuh diedukasi, dan akhirnya mereka sendiri yang memilih jika sudah yakin. 
Maka dari itulah, ilmu covert selling ini hadir, dan wajib dikuasai oleh pebisnis online. 
Teknik ini bertujuan untuk menyisipkan informasi yang berhubungan dengan produk secara sekilas ke pikiran bawah sadar si prospek. 
Sulit ya?…. 
Enggak juga kok. Pokoknya latihan saja secara konsisten, nanti juga mudah. Insya Allah…. 
Di materi ini ada 3 Covert Selling yang akan dibahas:

1) Teknik Seeding
Dalam teknik ini, Anda bisa menyisipkan informasi tentang produk Anda dalam postingan status atau sharing-sharing Anda.
Contoh Teknik Seeding ketika jualan Ecourse Belajar Jualan Online
=====
“Mas, kok saya sering gagal closing ya? Padahal sudah tanya dan chattingan sama saya”.
Dalam Ecourse Belajar Jualan Online yang akan launching minggu depan, ada satu prinsip yang cukup menarik dalam menghadapi konsumen: Bukan Konsumen yang Salah Tapi Penjualnya
Mau bagaimanapun, konsumen tidak bisa disalahkan.
Tetapi kitalah sebagai seller yang harus memastikan apakah cara kita ketika chatting dengan pelanggan itu sudah benar atau belum, karena setiap pelanggan itu harus ada perlakuannya sendiri.
Selain itu, teknik yang kita gunakan juga harus ampuh. Karena itulah kita harus menguasai Cara Ampuh Chatting supaya menjadi Closing.
Nahhh yuk sekarang kita bahas bagaimana caranya chatting yang ampuh agar pelanggan segera closing… (dan seterusnya).
=====
Perhatikan huruf yang ditandai font miring diatas. Itulah yang dimaksud dengan teknik seeding atau menyisipkan informasi.
Sudah kebayang?
Dengan teknik seeding ini, tentu saja prospek akan senang sekaligus penasaran.
Senang karena mereka dapat informasi baru dari sharing kita. Penasaran karena tentu mereka ingin wawasan baru yang lebih detail.
2) Teknik Soft Selling
Jika teknik seeding hanya menyisipkan informasi produk dalam sebuah sharing, maka teknik soft selling ini justru terang-terangan menginformasikan produk.
Tetapi tidak langsung jualan, tujuannya adalah membangun interaksi dengan orang lain.
Contoh soft selling ketika menjual kursus online Ecourse Covert Selling
====
Banyak yang salah tafsir dengan kata ghaib ya, padahal ghaib itu awamnya aja udah diartikan ga terlihat,. Seperti gas alami, gak kelihatan tapi kecium baunya.
Sama seperti jualan yang satu ini, tapi elegan banget cara jualannya, gak ketahuan jualannya, tiba -tiba laris saja. Kan GHAIB ya?
Bayangin saja, dia Cuma Update Status saja banyak yang pesan di komentar, Aneh kan?
Ini pake ilmu apa ya? Sihir? Pelet? Hushhh… jangan dulu SU’UDZON
Ada loh ilmu ghaib tanpa pelet tanpa sihir, yang bisa bikin orang kebelet beli tanpa harus di paksa -paksa.
Emang ada?
Ya ada, ilmu ini di sebut covert selling, jualan terselubung, kalau sekarang untuk mempelajarinya udah ada ECOURSEnya, namanya ECOURSE COVERT SELLING.
Mau?
====
Itulah soft selling ya. Informasikan produknya, tetapi dengan cara membuat orang penasaran atau memancing interaksi.
Bukan dengan cara yang bombastis dan kalimat yang super duper wah seperti, “dijual pemutih wajah, pembersih, pelangsing, dijamin 1 jam turun 10 kg, peluang bisnisnya juga ada, bla bla bla” 😄 bukan malah bikin orang tertarik, tapi bacanya aja udah bingung.
3) Teknik Story telling
Storytelling adalah teknik covert selling dengan cara bercerita pengalaman pribadi antara sebelum dan sesudah menggunakan produk yang Anda jual.
====
Contoh kalau Anda jualan kosmetik, Anda bisa bercerita bagaimana dulu muka Anda sangat kucel sebelum memakai produk Anda, hingga akhirnya sekarang banyak yang melirik Anda karena muka Anda menjadi kinclong setelah rutin pemakaian produk 😄
Storytelling dengan model curhat, memang paling banyak mengundang antusiasme pembaca.
Kenapa? Karena dengan storytelling inilah si prospek merasakan “feeling” yang sama, permasalahan yang sama, dan akhirnya membutuhkan solusi atas masalah mereka melalui produk yang Anda ceritakan.
Bahasa singkatnya, jika Anda berhasil membuat “makkk jlebbb” kepada prospek melalui storytelling, wuihhh siap-siap akan menerima banyak japri orderan dari mereka. Insya Allah.

Whatsapp Marketing

Apa itu Whatsapp Marketing? Kegiatan promosi dengan media Whatsapp. Siapa disini yang sering promosi ke kontak WA orang lain meskipun belum kenal? Itu namanya bukan WA Marketing, tapi promosi asal-asalan saja. Bukan malah untung, tapi malah diblokir nomor kita… WA Marketing ada caranya, ada tekniknya, gak bisa langsung asal tebar promo. Oke? Kalau asal tebar promo, bisa diblokir nomor kita. Dalam kegiatan WA Marketing, ada 3 fase yang harus kita lakukan:
1) Pancing-pancing
2) Sharing-sharing
3) Selling-selling
Yuk sekarang kita bahas fase-fase tersebut Bagaimana caranya memancing orang agar mau memberikan kontak WA-nya kepada kita?

Mulai Belajar, 
Bahwa hal pertama yang harus Anda lakukan adalah: sharing-sharing dahulu.
Dalam materi sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa Anda perlu sharing-sharing di FB Anda. Tujuannya adalah membentuk personal branding dan mendapatkan kontak WA prospek.
Jika Anda sudah rajin sharing, mulai sekarang tambahkan CTA (Call To Action) dibagian akhir sharing Anda.
Contoh: Anda jualan hijab. Berikut ini adalah contoh sharing dan CTA yang bisa Anda buat:
====
3 Tips Fashion Hijab Tetap Tampil Modis di Musim Hujan
1) bla bla bla
2) bla bla bla
3) bla bla bla
(Contoh CTA) Mau dapetin tips-tips fashion muslimah lainnya secara rutin? Atau mau melihat-lihat katalog hijab kami yang super modis? Hubungi kami di nomor xxx-xxx-xxx
===
Nahhh seperti itu contoh CTA. Mulai sekarang tambahkan CTA disetiap sharing-sharing Anda ya.
Contoh lagi
====
Contoh CTA biasa:
Ingin melihat katalog hijab yang cocok untuk musim hujan? Yuk japri ke WA saya 081-xxx-xxx

Contoh CTA kreatif:
Mau dapetin tips fashion hijab secara rutin dan gratis? Atau mau lihat-lihat katalog sambil konsultasi fashion dengan saya? Segera WA saya ya. Nanti juga akan saya kasih diskon khusus untuk yang WA saya hari ini.
====
Contoh CTA biasa:
Instal aplikasi paytren untuk bisnis ya. Info selengkapnya japri ke saya
Contoh CTA kreatif:
Mau HP kamu bisa jadi loket pembayaran? Mau HP kamu bisa menjadi mesin bisnismu sendiri? Buruan WA saya. Bagi yg WA saya hari ini, saya beri promo cashback jika bergabung
====
Contoh CTA biasa:
Mau tau info lebih lanjut tentang produk anti-jerawat ini? Hubungi saya ya sis
Contoh CTA kreatif:
Mau jerawatmu yang membatu itu hilang hanya dalam 3 detik? Segera japri ke saya. Bonus tips-tips kecantikan gratis dari saya supaya kamu bisa makin cantik tiap hari, gak kucel
====
Si prospek akan kebelet untuk segera kontak Anda jika dalam CTA terdapat 3 hal ini:
1) penawaran dengan kalimat atau ajakan yang kuat
2) Anda juga menawari sesuatu yang gratis
3) Penawaran terbatas. Misal gratisan yang Anda tawarkan itu hanya berlaku untuk hari ini, dan sebagainya
Nahhh seperti itu ya. Jadi berilah CTA di setiap sharing-sharing yang Anda lakukan.
Jika Anda sudah memiliki ribuan friends yang tertarget, maka Insya Allah ribuan pula jumlah kontak yang akan masuk ke WA Anda dan siap menjadi target market Anda.
Cara membuat link ke chat WhatsApp : 
1⃣ Buat Kode API
Kode API chat WA adalah sebagai berikut
https://api.whatsapp.com/send?phone=628996077712&text=Halo%20Admin%20Saya%20Mau%20Order%20Baju
INGAT
✅ Edit nomor WA diatas dengan nomor WA Anda sendiri
✅ Jangan lupa cantumkan kode negara. Apabila nomor WA Anda adalah 081xxx, maka nomor yg dimasukkan di kode diatas adalah 6281xxx
✅ Untuk teksnya, spasi adalah %20
2⃣ Daftar di bit.ly
Caranya adalah buka bit.ly (klik saja)
Lalu, pilih menu Sign Up for Free
Jadi, Anda harus daftar di bit.ly dulu agar bisa membuat link chat WA dengan Custom.
Teknik Closing Via WhatsApp
untuk bisa closing  dengan WA, ada 4 metode yang perlu Anda lakukan dan kembangkan
1⃣ Perbanyak Jumlah Kontak WhatsApp
2⃣ Buat Sales Funneling
3⃣ Buat Promo Yang Menarik
4⃣ Follow Up Gila-gilaan
1⃣ Perbanyak Jumlah Kontak WhatsApp
Salah satu kunci agar kita bisa menghasilkan penjualan rutin melalui WhatsApp adalah dengan memiliki jumlah kontak calon konsumen yang besar.
Karena semakin banyak jumlah kontak konsumen yang kita miliki, maka makin besar juga kesempatan kita untuk menghasilkan penjualan.
Tanpa adanya jumlah kontak konsumen yang banyak maka akan sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan penjualan yang besar dan rutin setiap hari.
Lalu bagaimanakah caranya untuk mendapatkan kontak WhatsApp konsumen yang banyak?
Caranya antara lain dengan menyebarkan lead magnet kepada calon konsumen kita agar mereka mau memberikan kontak WhatsApp-nya kepada kita.
Dan lead magnet ini bisa diartikan sebagai umpan yang kita berikan agar si calon konsumen mau memberikan kontak WhatsApp-nya.
Ada beberapa jenis lead magnet yang bisa kita berikan, antara lain:
✅Kupon Diskon
✅Program Mentoring melalui WhatsApp
✅Ebook
✅ Video Tutorial ataupun mentoring
✅Template desain dan lain-lain.
2⃣ Buat Sales Funneling
Prinsip selanjutnya adalah dengan membuat sales funneling. Secara sederhana sales funneling bisa diartikan sebagai suatu alur proses terjadinya penjualan. Dan jika diberikan dalam bentuk diagram maka bentuknya kira-kira seperti berikut.
Pada bagian diatas saya membagi kategori masing-masing proses menjadi 3 kategori market, yaitu ada Cold Market, Warm Market dan Hot Market.
Cold Market adalah orang-orang yang sama sekali belum kenal dengan kita.
Warm Market adalah orang-orang yang sudah kenal kita dan telah melakukan interaksi dengan kita, baik itu dengan membeli produk kita 1 kali ataupun hanya berinteraksi dengan apa yang kita infokan dengan mereka.
Hot Market adalah orang-orang yang sudah sangat kenal kita dan sudah melalukan transaksi berkali-kali dengan kita.
Tujuan kita melakukan pembagian kategori ini adalah membedakan pola pendekatan yang kita gunakan
Untuk yang masih cold kita tidak bisa langsung promosi begitu saja dengan mereka.
Karena mereka adalah orang-orang yang belum kenal sama sekali dengan kita, maka sebelum kita mulai promosi kita harus membangun kedekatan dan juga kepercayaan dengan mereka melalui interaksi dengan mereka.
Setelah kedekatan dan kepercayaan itu terbangun (menjadi warm market), maka kita baru bisa mulai melakukan promosi dengan mereka namun itupun dengan cara pendekatan soft selling tidak bisa langsung hard selling jualan.
Lalu untuk kategori yang hot market, kita bisa langsung menggunakan pendekatan hard selling yang langsung jualan dengan mereka. Tapi tetap terus membangun interaksi dengan agar mereka terus mengingat kita.
3⃣ Buat Promo Yang Menarik
Untuk menghasilkan penjualan yang rutin melalui WhatsApp tentunya kita perlu dibekali dengan amunisi jualan yang mumpuni yaitu dengan Promosi yang Menarik.
Tanpa adanya promosi yang menarik tentunya akan lebih sulit untuk kita  berjualan di WhatsApp.
Untuk membuat promo yang menarik ini, silahkan dibaca lagi materi “Perbesar Closing dengan Copywriting “
4⃣ Brutal Follow Up
Ini adalah salah satu prinsip yang harus Anda pegang teguh agar menghasilkan penjualan rutin dari WhatsApp, karena orang yang sudah minat dengan suatu produk bisa lupa untuk segera transfer jika gak rajin-rajin di follow up.
Dan tentunya bagi orang menjalankan brutal follow up ini ada 1 kata yang harus mereka pegang Dilarang BAPER Kalo Gak Jadi Transfer 🤭
Karena di PHP-in konsumen adalah suatu keniscayaan, jadi fokus kita untuk terus melakukan follow up.
Nah untuk melakukan follow up ini ada beberapa teknik yang bisa teman-teman gunakan, antara lain.
✅ Teknik Ajukan Pertanyaan
✅ Teknik Mengasumsi Beli
✅ Teknik Tunjukkan Testimoni
✅ Teknik Tanyakan Alasan Beli
✅ Teknik Ajukan Bantuan
✅ Teknik Gunakan Analogi
✅ Teknik To The Point
Teknik Follow Up
✅ Teknik Ajukan Pertanyaan
Pada teknik ini kita memfollow up calon konsumen dengan cara mengajukan pertanyaan yang tujuannya adalah agar mereka segera menyelesaikan proses transaksinya.
Contoh:
– Mau tranfer BCA atau Mandiri
– Mau Bayar hari ini atau besok
– Mau cash atau debit
✅ Teknik Mengasumsikan Pasti Beli
Pada teknik ini kita memberikan asumsi kepada calon konsumen bahwa mereka pasti beli dari kita bagimanapun juga pada akhirnya.
Contoh
– Sebelum transfer pastikan nominal sesuai invoice
– Setelah transfer jangan lupa untuk konfirmasi dengan sertakan bukti transfer ya.
✅ Teknik Tunjukkan Testimoni
Pada teknik ini kita memfollow up calon konsumen agar semakin yakin  untuk membeli ataupun transaksi dengan cara menunjukkan testimoni dari orang-orang yang sudah membeli dari kita.
Contoh
Ini ada beberapa testimoni pembeli sebelumnya. Semoga kedepannya Anda juga merasakan dampak & manfaatnya
✅ Teknik Tanyakan Alasan
Pada teknik ini kita memberikan trigger kepada pembeli dengan pertanyaan yang membuat mereka menjadi semakin yakin untuk membeli ataupun transaksi dengan kita karena mereka sendirilah yang memberikan alasan kenapa harus beli dari kita.
Contoh
– Mas/Mbak, saya penasaran. Kalau boleh tahu kenapa sih mau beli produk kami?
– Mas/Mbak, kalau boleh tahu kenapa sih mau beli produk dari saya?
✅ Teknik Menawarkan Bantuan
Pada teknik ini kita mencoba memfollow si calon pembeli dengan cara menawarkan bantuan kepadanya.
Contoh
– Apakah ada yang bisa dibantu?
– Apakah ada kendala untuk pemesanan di webnya?
– Kalau ada kesulitan jangan sungkan untuk japri ya
✅ Teknik Gunakan Analogi
Pada teknik ini kita memberikan analogi kepada mereka calon konsumen agar mereka segera menyelesaikan transaksinya.
Contoh
Jangan sampai menyesal ya Mas/Mbak kalo promonya habis. Karena penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran, hehehe..
✅ Teknik To The Point
Teknik adalah yang ditujukan untuk langsung mengingatkan si pelanggan sehingga mereka segera melakukan pembayaran.
Contoh
– Mas/Mbak Invoicenya belum dikonfirmasi pembayarannya, rencana mau transfer kapan ya? Khawatir invoicenya mati dan voucher diskonnya keburu hangus
– Mas/Mbak punya bisnis kan, inget lho karma itu berlaku dalam bisnis, jangan sampai Mas/Mbak nantinya di PHP-in konsumen juga, hehehe…

Mau Praktek, Tapi Belum Punya Produk?

AKSEN DIGITAL

Cara praktis bisnis online semudah copy paste!

  • Tanpa Harus Punya Produk
  • Tanpa Pusing Bikin Website
  • Cuman Modal Copy paste!
  • Profit 50% Dari Hasil Penjualan

Mulai dengan yang GRATIS!

Tinggalkan Balasan